Tetap Istiqamah Jemput Hidayah
Allah Swt. berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka tetap istiqamah...” (QS. Fussilat: 30)
Ayat ini mengajarkan bahwa keimanan bukan hanya tentang mengucapkan dua kalimat syahadat, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga iman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Istiqamah berarti terus berusaha berada di jalan Allah, meskipun langkah kita terkadang kecil, kemampuan kita masih terbatas, dan perjalanan hidup tidak selalu mudah.
Para muallaf yang telah menerima hidayah Allah patut bersyukur. Namun, hidayah bukanlah garis akhir. Hidayah adalah pintu menuju perjalanan baru untuk mengenal Allah, memahami Al-Qur'an, belajar sholat, memperbaiki akhlak, dan membangun kehidupan yang lebih baik. Rasulullah saw. bersabda ketika ditanya tentang suatu amalan yang dapat dijadikan pegangan:
قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
“Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian beristiqamahlah.” (HR. Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa iman harus diikuti dengan kesungguhan dalam menjalani kehidupan.
Karena itu, pengajian muallaf jangan hanya diadakan setahun sekali. Jangan sampai kita hanya bertemu ketika ada acara besar, setelah itu saling kehilangan kabar. Pembinaan keislaman perlu dilakukan secara rutin, berkelanjutan, dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Pengajian dapat diselenggarakan sebulan sekali, dua minggu sekali, atau melalui kelompok-kelompok kecil sesuai kemampuan dan kondisi warga. Materinya pun perlu bertahap, mulai dari belajar wudhu, bacaan sholat, membaca Al-Qur'an, memahami akidah, hingga membangun keluarga dan kehidupan sosial yang harmonis.
Lebih dari itu, pembinaan muallaf perlu mengoptimalkan potensi masyarakat. Warga yang memiliki keterampilan bertani, beternak, berdagang, membuat kerajinan, mengelola usaha kecil, atau menguasai teknologi dapat dilibatkan untuk saling menguatkan. Masjid dan kelompok pengajian jangan hanya menjadi tempat berkumpul untuk mendengarkan ceramah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, dan pengembangan potensi umat.
Iman dikuatkan melalui pengajian, persaudaraan dikuatkan melalui kepedulian, dan kesejahteraan dibangun melalui pemberdayaan. Pesan ini menjadi salah satu materi saya pada pengajian Muallaf di Gunung Gambar, Masjid An Nuur Kalurahan Kampung Ngawen Gunung Kidul, pengajian yang diinisiasi Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Ananto Kisworo, Bikersmu H. Bahron kerjasama dengan Lazismu DIY, hadir Maryono, diterima PCM Ngawen, PRM Kampung, mahasiswa KKN UGM, dirangkai dengan pemberian bantuan sembako, pemeriksaan kesehatan dan penyaluran bantuan air bersih, bantuan Al Quran dari UAD(24/10/2026).
Pengajian juga diingatkan bahwa dalam kehidupan ini tidak ada manusia yang bebas dari kesulitan. Ada yang diuji dengan ekonomi, ada yang diuji dengan kesehatan, ada yang menghadapi persoalan keluarga, dan ada pula yang harus berjuang menghadapi pandangan lingkungan ketika mengambil keputusan hidup, kuncinya sebagaimana adzan hayya alas sholat, hayya alal falah, mari sholat, mari menuju kebahagiaan. Ikhtiar batin dan ikhtiar lahir berjalan seimbang.
Dr. H. Nur Ahmad Ghojali M.A.
Wakil Ketua PWM DIY
BPH RS PKU Kotagede.
Home care/ Home visit, WA no. 0895367511128
Wakaf bangunan, matrial, Infaq, Taawun rek
Bank Muamalat an RSKIA PKU KOTAGEDE
Nomor rekening 5670009965
konfirmasi WA Hermini
+62 878-4568-0100
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow