Santri Menguatkan Negeri
Dalam QS. Al-Hadid ayat 25:
“Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil.”
Ayat ini memberikan perspektif yang mendalam tentang tujuan risalah kenabian. Agama bukan hanya membentuk kesalehan individual, tetapi juga mengarahkan manusia untuk membangun tatanan kehidupan yang adil. Dalam konteks ini, keberhasilan pendidikan pesantren tidak cukup diukur melalui penguasaan teks keagamaan, tetapi juga melalui kemampuannya melahirkan pribadi yang jujur, adil, bertanggung jawab, dan berpihak pada kemaslahatan.
Santri yang memahami agama semestinya memiliki kepekaan terhadap ketimpangan. Ia tidak cukup hanya prihatin terhadap kemiskinan, tetapi perlu ikut mengembangkan solusi. Ia tidak cukup hanya mengajarkan kejujuran, tetapi harus menjadikannya prinsip dalam pekerjaan, usaha, dan kepemimpinan. Ia tidak cukup hanya menyerukan persaudaraan, tetapi harus bersedia merawat kerukunan di tengah perbedaan.Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema ini bukan sekadar ungkapan optimisme, melainkan panggilan sejarah agar pesantren dan santri mengambil peran lebih strategis dalam membangun masa depan Indonesia. Kementerian Agama menegaskan bahwa santri masa kini diharapkan tidak hanya mewarisi tradisi keilmuan Islam, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kemandirian ekonomi, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan bangsa.
Dengan demikian, pertanyaan mendasar Hari Santri bukan lagi sekadar berapa banyak santri yang diluluskan pesantren, melainkan sejauh mana pendidikan pesantren berkontribusi terhadap kualitas manusia, keadilan sosial, integritas publik, dan kemajuan peradaban. Perjuangan santri harus bergerak dari medan mempertahankan kemerdekaan menuju medan membangun kualitas kehidupan. Kemerdekaan yang telah diperoleh perlu diisi dengan ilmu yang mencerahkan, ekonomi yang memberdayakan, birokrasi yang berintegritas, serta kehidupan sosial yang menghormati martabat manusia.
Dr. H. Nur Ahmad Ghojali M.A.
Wakil Ketua PWM DIY
BPH RS PKU Kotagede.
Home care/ Home visit, WA no. 0895367511128
Wakaf bangunan, matrial, Infaq, Taawun rek
Bank Muamalat an RSKIA PKU KOTAGEDE
Nomor rekening 5670009965
konfirmasi WA Hermini
+62 878-4568-0100
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow