Menu
Close
Website Resmi

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY

Santri Jihad Ilmu, Meneguhkan Akhlak

Santri Jihad Ilmu, Meneguhkan Akhlak

Smallest Font
Largest Font

Ketika saat ini informasi mudah diperoleh, tantangan terbesar bukan sekadar mendapatkan pengetahuan, melainkan memeriksa kebenarannya, memahami konteksnya, dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

Santri harus memiliki kemampuan tabayun, sebagaimana diperintahkan dalam QS. Al-Hujurat [49]: 6. Informasi yang diterima tidak boleh langsung disebarluaskan tanpa pemeriksaan, terlebih jika berpotensi menimbulkan fitnah, kebencian, atau perpecahan. Dengan demikian, adab santri masa kini juga mencakup etika bermedia sosial, penghormatan terhadap privasi, penolakan terhadap perundungan digital, serta kesediaan berdialog dengan orang yang berbeda pandangan.

Dalam tradisi pembaruan Islam Indonesia, KH. Ahmad Dahlan memberikan teladan penting mengenai hubungan antara pemahaman agama dan tindakan sosial. Gerakan pendidikan dan pelayanan sosial Muhammadiyah menunjukkan bahwa ajaran Islam perlu diwujudkan dalam kerja nyata untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia.
Semangat tersebut sejalan dengan firman Allah Swt.:

“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.’”(QS. At-Taubah [9]: 105).

Ayat ini mengingatkan bahwa keberagamaan harus tercermin dalam tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan. Santri tidak cukup hanya memahami persoalan kemiskinan, kebodohan, kesehatan, dan kerusakan lingkungan. Mereka perlu mengambil bagian dalam penyelesaiannya.

Santri dapat mengembangkan pendidikan masyarakat, pemberdayaan ekonomi umat, layanan kesehatan, penguatan literasi, pengelolaan zakat dan wakaf, serta pendampingan kelompok rentan.

Perspektif ini juga mengajak pesantren memperluas ukuran keberhasilan pendidikan. Selain penguasaan ilmu agama, santri perlu memperoleh kecakapan komunikasi, kewirausahaan, teknologi, pengelolaan organisasi, dan kemampuan bekerja sama lintas kelompok. Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi pelaku yang mengarahkan perubahan agar tetap berpijak pada nilai agama dan kemanusiaan.

Selamat Hari Santri 2026.
Jihad Ilmu, Meneguhkan Akhlak, Merawat Indonesia, dan Membangun Peradaban yang Berkeadilan.


Dr. H. Nur Ahmad Ghojali M.A.
Wakil Ketua PWM DIY
BPH RS PKU Kotagede.
Home care/ Home visit, WA no. 0895367511128
Wakaf bangunan, matrial, Infaq, Taawun rek 
Bank Muamalat an RSKIA PKU KOTAGEDE 
Nomor rekening 5670009965
 konfirmasi WA Hermini
+62 878-4568-0100

Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
Redaksi Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow