Pemuda Patriotik, Gigih, Berempati
Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia sesungguhnya sedang diajak bercermin, sejauh mana semangat persatuan yang diwariskan para pemuda tahun 1928 telah menjelma menjadi kekuatan nyata untuk membangun bangsa yang adil, maju, beradab, dan bermartabat?
Pada 2026, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.” Tema ini menekankan tiga karakter penting generasi muda: cinta tanah air, ketangguhan dalam menghadapi tantangan, serta kepedulian terhadap sesama. Pemuda Indonesia membutuhkan ketiganya secara bersamaan: hati yang mencintai Indonesia, jiwa yang pantang menyerah, dan nurani yang peka terhadap penderitaan sesama. Menurut dokumentasi Museum Sumpah Pemuda, ikrar sumpah pemuda menegaskan kesatuan tanah air, bangsa, dan bahasa sebagai fondasi kebangsaan Indonesia. Artinya, Indonesia bukan semata-mata warisan geografis, melainkan cita-cita bersama yang harus terus diperjuangkan.
Hari ini, tantangan berbeda. Kita telah merdeka secara politik, tetapi masih menghadapi persoalan kesenjangan, intoleransi, korupsi, penyebaran kebencian, ketidakadilan, serta penggunaan media digital yang terkadang justru memperuncing perpecahan. Karena itu, Sumpah Pemuda harus dihidupkan kembali sebagai komitmen moral, bukan sekadar kenangan historis. Islam memberikan landasan yang kuat bagi kehidupan yang rukun dan bersatu. Allah Swt. berfirman dalam QS. Ali 'Imran ayat 103 Artinya “Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.” Ayat ini mengajarkan bahwa persatuan bukan sekadar strategi politik, melainkan nilai luhur yang harus diwujudkan dalam kehidupan bersama. Bagi umat Islam, menjaga persaudaraan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan.
Dalam konteks Indonesia, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah: persaudaraan sesama Muslim, persaudaraan sebangsa, dan persaudaraan sesama manusia. Kita boleh berbeda pilihan politik, organisasi, pandangan keagamaan, suku, maupun latar belakang sosial. Perbedaan tidak harus berakhir menjadi permusuhan. Yang perlu dibangun adalah kedewasaan dalam menyikapi perbedaan dan kesediaan bekerja sama demi kepentingan yang lebih besar.
Al-Qur'an juga menegaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal (lita'arafū), bukan saling merendahkan. Ayat ini memberikan perspektif penting: keberagaman bukan alasan untuk mencurigai satu sama lain, melainkan kesempatan untuk belajar, bekerja sama, dan memperkaya pengalaman hidup. Dengan demikian, nasionalisme yang sehat tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Cinta tanah air dapat menjadi wujud tanggung jawab untuk menjaga kehidupan, menegakkan keadilan, dan memelihara kemaslahatan bersama, tanpa merendahkan bangsa lain.
Ada anggapan bahwa pemuda adalah pemimpin masa depan. Ungkapan ini benar, tetapi belum lengkap. Pemuda bukan hanya pemimpin masa depan; mereka juga pelaku perubahan pada masa kini. Sejarah Indonesia membuktikan bahwa kaum muda sering tampil sebagai penggerak perubahan. Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, hingga Proklamasi Kemerdekaan merupakan rangkaian perjalanan yang memperlihatkan pentingnya keberanian, pemikiran, dan tindakan generasi muda.
Dalam perspektif sosiologi politik, Benedict Anderson melalui bukunya Imagined Communities menjelaskan bagaimana bangsa dapat terbentuk sebagai komunitas yang dibayangkan bersama oleh orang-orang yang tidak saling mengenal secara pribadi, tetapi merasa memiliki ikatan dan nasib kolektif. Gagasan ini membantu untuk memahami arti penting Sumpah Pemuda. Para pemuda 1928 tidak harus memiliki asal daerah, bahasa ibu, atau organisasi yang sama. Mereka mampu membangun kesadaran bahwa identitas Indonesia lebih luas daripada identitas kelompok masing-masing.
Dr. H. Nur Ahmad Ghojali M.A.
Wakil Ketua PWM DIY
BPH RS PKU Kotagede.
Home care/ Home visit, WA no. 0895367511128
Bank Muamalat an RSKIA PKU KOTAGEDE
Nomor rekening 5670009965
konfirmasi WA Hermini
+62 878-4568-0100
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow