Pasca Sumpah Pemuda bagi Remaja Masjid
Sumpah Pemuda harus menjadi inspirasi untuk membangun generasi muda yang tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga sehat jasmani, kreatif pikirannya, kuat karakternya, serta peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Masjid bukan hanya tempat salat dan pengajian. Masjid juga dapat menjadi pusat pembinaan generasi muda, tempat lahirnya atlet, seniman, wirausahawan, pemimpin, dan anak-anak muda yang mampu memberikan solusi bagi persoalan masyarakat. Karena itu, semangat Sumpah Pemuda perlu diterjemahkan menjadi gerakan nyata: remaja masjid yang beriman, sehat, kreatif, berprestasi, dan bermanfaat.
Tadi malam sudah dilaunching untuk memulai latihan bersama tenis meja setiap malam Kamis, menjadi moment berharga pemuda untuk bergerak aktif, berdampak. Bagi Remaja Masjid Jami Al Falah, Jalan Melati Wetan No. 374, Yogyakarta, semangat tersebut dimulai dari langkah-langkah sederhana: rajin salat berjamaah, rutin berolahraga, berani mencoba hal baru, menghasilkan karya kreatif, dan peduli kepada masyarakat. Olahraga tidak harus mahal dan tidak selalu membutuhkan fasilitas yang lengkap. Remaja Masjid Al Falah memulai dari kegiatan sederhana, seperti jalan sehat, lari pagi, bulu tangkis, tenis meja, sepak bola, bola voli, senam kebugaran, atau latihan atletik.
Sumpah Pemuda mengingatkan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi yang mau bersatu, belajar, bekerja keras, dan berkorban demi kebaikan bersama. Jangan biarkan masa muda habis hanya untuk bermain tanpa arah. Jangan biarkan masjid sepi dari gagasan dan energi anak muda. Jadikan masjid sebagai tempat menumbuhkan iman, mengasah keterampilan, membangun persahabatan, serta melahirkan prestasi.
Tantangan remaja masa kini bukan kekurangan informasi, melainkan bagaimana mengubah informasi menjadi karya yang bermanfaat. Telepon genggam dan media sosial dapat menjadi sarana belajar, tetapi juga dapat menyita waktu jika digunakan tanpa tujuan. Remaja Masjid Al Falah perlu didorong menjadi pencipta karya, bukan hanya penonton; menjadi pembuat solusi, bukan hanya pengkritik; serta menjadi pelaku perubahan, bukan sekadar pengikut tren.
Kreativitas dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan, antara lain:
- Kreativitas digital: membuat video pendek tentang akhlak, kegiatan masjid, sejarah Islam, kebersihan lingkungan, dan pesan persaudaraan.
- Kreativitas seni: mengembangkan kaligrafi, desain poster, fotografi, musik atau seni islami, serta penulisan puisi dan cerpen.
- Kreativitas sosial: mengadakan Jumat Berkah, gerakan berbagi makanan, bakti sosial, pengumpulan buku bacaan, dan kepedulian kepada warga yang membutuhkan.
- Kreativitas kewirausahaan: belajar membuat produk makanan, kerajinan, merchandise remaja masjid, serta memasarkan produk secara digital dengan cara yang jujur.
- Kreativitas keagamaan: menyusun kultum kreatif, podcast dakwah, diskusi remaja, dan konten keislaman yang santun serta mudah dipahami generasi sebaya.
Dr. H. Nur Ahmad Ghojali M.A.
Wakil Ketua PWM DIY
BPH RS PKU Kotagede.
Home care/ Home visit, WA no. 0895367511128
Wakaf bangunan, matrial, Infaq, Taawun rek
Bank Muamalat an RSKIA PKU KOTAGEDE
Nomor rekening 5670009965
konfirmasi WA Hermini
+62 878-4568-0100
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow