Nyetrum Rohani dan Karakter

Kemah kader bukan sekadar kegiatan berkemah di alam terbuka. Kegiatan ini menjadi ruang pendidikan karakter, laboratorium kepemimpinan, penguatan persaudaraan, dan proses kaderisasi berbasis masjid. Melalui aktivitas bersama, perlombaan, ibadah, kultum, dan pentas seni, para peserta ditempa agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan mampu menggerakkan kehidupan masjid serta persyarikatan.
Ketua MPK SDI PDM Kota Yogyakarta, Dedi Rustandi, menegaskan bahwa kemah kader harus mampu “menyetrum rohani” para peserta. Artinya, kegiatan ini diharapkan memberikan energi spiritual yang membangkitkan semangat beribadah, berorganisasi, dan mengabdi kepada umat. Ia mengaitkan keberhasilan kaderisasi dengan firman Allah dalam Surah Muhammad ayat 7 “In tanshurullāha yanshurkum wa yutsabbit aqdāmakum.” Artinya, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan membutuhkan komitmen, keteguhan, dan tindakan nyata, Kader muda tidak cukup hanya memiliki semangat tetapi harus mewujudkannya melalui pengabdian yang berkelanjutan.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta melalui Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) menyelenggarakan Kemah Kader Remaja Masjid pada 17- 18 Oktober 2026 di Jaka Garong, Turi, Sleman, yang menjadi ikhtiar strategis dalam membangun kader muda yang kuat iman, luas ilmu, mulia akhlak, mandiri secara ekonomi, serta siap melanjutkan perjuangan Muhammadiyah.
Wakil Ketua PDM Kota Yogyakarta, Drs. Rokhmat, menyampaikan, kaderisasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan organisasi. Jejak digital kegiatan hari ini dapat menjadi dokumentasi perjalanan kader dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Dari proses pembinaan yang dilakukan sekarang, Muhammadiyah dan Aisyiyah tidak perlu khawatir akan ketersediaan generasi penerus apabila kaderisasi terus dijalankan secara serius. Ia menekankan bahwa masjid harus menjadi basis pembinaan sekaligus kebutuhan hidup kader. Kemah kader merupakan laboratorium untuk menyiapkan pemimpin masa depan, tempat peserta belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan pengabdian.
Dr. H. Nur Ahmad Ghojali, Wakil Ketua PWM DIY, menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan kegiatan kemah kader. Menurutnya, menyelenggarakan kegiatan sekali mungkin tidak terlalu sulit, tetapi mempertahankannya secara konsisten membutuhkan komitmen, kepemimpinan, dan kesungguhan. Istiqamah menjadi kunci agar kaderisasi tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan berkembang menjadi proses pembinaan yang berkelanjutan. Selamat kepada para peserta, Selamat kepada regu Gondokusuman Putri yang meraih juara Umum, demikian juga kepada regu Gondokusuman Putra yang meraih beberapa kategori dan regu Kotagede serta lainnya, sehingga menjadi kader berkarakter berkemajuan.
Dr. H. Nur Ahmad Ghojali M.A.
Wakil Ketua PWM DIY
BPH RS PKU Kotagede.
Home care/ Home visit, WA no. 0895367511128
Wakaf bangunan, matrial, Infaq, Taawun rek
Bank Muamalat an RSKIA PKU KOTAGEDE
Nomor rekening 5670009965
konfirmasi WA Hermini
+62 878-4568-0100
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow