Energi Positif Pasca Kemah Remaja
Masjid memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Islam. Sejak masa Rasulullah SAW, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pembinaan umat, musyawarah, dan penguatan solidaritas sosial.
Karena itu, keterlibatan remaja dalam kehidupan masjid perlu terus diperkuat. Remaja tidak cukup hanya hadir ketika salat berjamaah atau mengikuti pengajian, tetapi juga perlu diberi ruang untuk berkreasi, berkemah, berorganisasi, mengembangkan kepemimpinan, serta berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 18:
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut selain kepada Allah.”
Ayat tersebut memberikan pesan bahwa memakmurkan masjid berkaitan erat dengan keimanan dan amal nyata. Remaja masjid harus dipersiapkan menjadi generasi yang tidak hanya mencintai masjid, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Dalam perspektif Muhammadiyah, pembinaan generasi muda merupakan bagian penting dari ikhtiar mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Remaja masjid perlu dibentuk menjadi generasi yang kuat dalam akidah, unggul dalam ilmu pengetahuan, santun dalam pergaulan, serta aktif memberikan solusi bagi persoalan masyarakat.
Kemah Remaja Masjid juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat gerakan dakwah yang ramah, inklusif, mencerahkan, dan berkemajuan. Para remaja perlu dibekali kemampuan berdakwah melalui keteladanan, literasi digital, kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, serta pengembangan kreativitas. Keberhasilan Kemah Remaja Masjid tidak cukup diukur dari jumlah peserta, kemeriahan acara, atau banyaknya aktivitas selama perkemahan. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan perilaku dan keberlanjutan pembinaan setelah kegiatan berakhir.
Karena itu, PDM Kota Yogyakarta bersama takmir masjid, organisasi otonom Muhammadiyah, dan pengelola pembinaan remaja perlu mendorong tindak lanjut yang konkret. Di antaranya melalui pembentukan atau penguatan komunitas remaja masjid, pendampingan kader, program masjid ramah anak dan remaja, kegiatan sosial, gerakan peduli lingkungan, serta pelatihan kepemimpinan dan literasi digital. Dengan demikian, energi positif yang tumbuh selama perkemahan dapat diteruskan menjadi gerakan yang nyata di masjid dan masyarakat.
Dr. H. Nur Ahmad Ghojali M.A.
Wakil Ketua PWM DIY
BPH RS PKU Kotagede.
Home care/ Home visit, WA no. 0895367511128
Wakaf bangunan, matrial, Infaq, Taawun rek
Bank Muamalat an RSKIA PKU KOTAGEDE
Nomor rekening 5670009965
Konfirmasi WA Hermini
+62 878-4568-0100
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow